Loading.

Apersi: Program 1000 rumah nelayan Jokowi putus urbanisasi

Tanggal : 13-10-2014

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sangat mendukung rencana Joko Widodo untuk membenahi dan membangun 1.000 rumah nelayan di masa pemerintahannya. Program ini dianggap sangat realistis untuk dilakukan.

Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo mengatakan program pembenahan rumah nelayan dan petani yang diikuti dengan pemberdayaan ekonomi akan efektif untuk memutuskan arus urbanisasi dari desa ke kota yang selama ini menjadi salah satu momok pembentuk banyak kawasan kumuh (slum area) di perkotaan seperti Jakarta.

"Kalau di desa termasuk desa pesisir mereka diberikan perhatian, perkampungan ditata, rumahnya dibangun lebih layak dan aktivitas ekonomi bergerak, saya yakin tingkat urbanisasi bisa ditekan sehingga pertumbuhan kawasan kumuh perkotaan juga akan berkurang," ucap Eddy di Jakarta, Senin (13/10).

Dalam tiga bulan pertama pemerintahannya, Jokowi-JK memang berjanji akan menggalakkan perbaikan 1.000 rumah kumuh dan pemberdayaan ekonomi di kampung nelayan. Menurut Eddy, perbaikan rumah masyarakat nelayan dan petani dapat dilakukan pemerintah dengan konsep perumahan swadaya mandiri atau menggunakan dana pemerintah dan swasta (corporate social responsibility/CSR).

Selain itu pembangunan rumah juga dimungkinkan dengan dikombinasikan dengan skema subsidi mengingat Jokowi akan mengeluarkan instruksi presiden (Inpres) untuk program tersebut. Di desa dan pesisir yang harga tanahnya masih murah, pemerintah bisa membeli lahan warga untuk dijadikan land bank dan kemudian di tanah itu dibangunkan rumah-rumah dengan mengedepankan kearifan lokal.

"Di pesisir banyak pohon kelapa, maka rumahnya kita buat dengan dinding dari kayu kelapa. Demikian juga di desa, tentu ada material lokal yang bisa dipakai, jadi rumah layak itu tidak harus beton."

Disisi lain, untuk meningkatkan daya cicil masyarakat, pemerintah perlu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat nelayan dan petani tadi. Di tahap awal pemerintah mungkin dapat menyalurkan pinjaman lunak untuk usaha, sehingga nantinya rencana Jokowi-JK yang mengkombinasikan perbaikan rumah nelayan dengan pemberdayaan ekonomi yang melibatkan lintas kementerian sudah cukup tepat.

Menurut Eddy, Apersi punya pengalaman melakukan perbaikan kualitas permukiman di kawasan kumuh di Palembang, Sumatera Selatan. Saat itu bekerjasama dengan Pemko Palembang, Apersi melakukan pembangunan ratusan rumah rumah warga di pinggiran Sungai Musi, tepatnya di Kelurahan Tiga Ulu dan Kelurahan Empat Ulu.

"Lahan warga dibeli, kemudian diberi uang sewa rumah, dan setelah rumah selesai warga lama diberi prioritas untuk memiliki rumah di situ," katanya

Sumber : merdeka.com

Artikel

Multi Karya Engineering - Has Received SKUP-MIGAS


Multi Karya Engineering - has received

PT. Multikarya Engineering Menerima Penghargaan sebagai Best Sub Kontraktor Terbaik Kategori Best Safety


PT. Multikarya Engineering memperoleh penghargaan dari PT. Adhi Karya sebagai